Jangan Campur Kebijakan dengan pertemanan
Melihat Hasil Survei yang telah dilakukan hampir selama 23 Tahun kedinasan dan tempat bertugas sudah pula berpindah dari tempat yang sangat sepi dan manusia ortodok dan sebahagian masyarakat sok tahu dan sok pintar hingga sampai pula ketempat orang terpandang dan menurut masyarakat paling bijak dan tidak mempunyai dosa toh saya rasa tidak ada yang mampu melawan kebijakn yagng dikeluarkanoleh atasanp dahal kita tahu dia atau atasan itu merupakan teman baik atau teman seperjuangan atau apapun mananya kita tidak mampu melawan kebijakan karena sebuah jabatan. Letakanlah Jabatan tersebut pada tempatnya denganpengertian jangan kita beranggapan bahwa teman kita tersebut dapat menerima apa yang menjadi pemikiran kita yang dianggap mampu mengalahkan kebijakan kepala. Sebagai contoh kita bekerja di sub Cabang yang mempunyai pimpian atau kepala tersendiri, Atau kita mempunyai pikiran bahwa atas dari pimpinan kita tidak ada, artinya jika kita punya bapak berada diatas misalnya Kepala Cabang utama padahal kita tahu bapak kita diangkat melaluikebijakan atasannya pula, atau Kepala Cabang Utama adalah teman lama kita jangan aggap mereka teman yang dapat kita jadikan sandaran dan orang lain tidak mampu mengalahkan kekuatan power bapak kita, atau kekuatan power teman kita segala sesuatu yang merupakan tugas dan tangguung jawab kita tidak di kerjakan. Kita tahu kita bekerja bukan Perusahaan nenek moyang kita. Aku terkejut ketikaaku tahu seorang Pekerja golongan rendah tidak mau tahu tentang keberadaan diri sendiri hingga 9 tahun bekerja belummendapatkan tempat layak sebab mereka berharap bapak atau abang atau teman bertugas di Kantor Cabang Utama dapat tahu tentang keberhasilan kita sedangkan kita tidak memberi informasi.
Lain pula jika Kantor tersebut adalah Perusahaan Embah mu............


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda